30 April 2026 - 00:18
Source: ABNA
Koran Zionis: Pelabuhan Eilat masih membayar harga rudal Yaman

Sebuah koran ekonomi rezim Zionis menulis bahwa Pelabuhan Eilat masih mengalami keterbatasan besar dalam impor akibat serangan rudal dan berusaha mengimbangi keterbatasan ini melalui rute alternatif. Menurut laporan Abna, yang mengutip Al-Masirah, koran Zionis "Kalalist" mengakui bahwa Pelabuhan Eilat rezim Zionis masih menderita dari kerusakan dan keterbatasan impor yang serius serta terpaksa menggunakan rute alternatif melalui Teluk Aqaba. Berdasarkan laporan ini, perusahaan pelayaran tetap menghindari Selat Bab el-Mandab meskipun operasi militer terhadap rezim Zionis di front Yaman dan Iran telah dihentikan.

Kalalist menekankan dalam laporannya bahwa memaksa para importir untuk menghindari Bab el-Mandab membebankan biaya besar kepada Pelabuhan Eilat, karena mereka harus pergi ke Pelabuhan Aqaba di Yordania dan kemudian memindahkan barang impor ke Eilat menggunakan kapal khusus pengangkut kendaraan.

Sementara jumlah kendaraan yang diimpor ke wilayah pendudukan melalui Pelabuhan Eilat sejak awal tahun 2026 telah menurun sangat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, koran Zionis ini menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah prestasi, karena Pelabuhan Eilat sebelumnya benar-benar lumpuh.

Koran ini menekankan bahwa memutar jalur ke Eilat menimbulkan biaya yang saat ini ditanggung oleh rezim Zionis. Karena itu, para ahli di bidang ini memperkirakan bahwa solusi ini bersifat sementara.

Koran ini menambahkan bahwa Pelabuhan Eilat, yang sebelumnya menghasilkan laba tahunan 212 juta syikal, saat ini mengalami kerugian bulanan sebesar 5 juta syikal akibat pengepungan Yaman. Tren ini menunjukkan bahwa persamaan yang dipaksakan Yaman kepada musuh masih memberikan dampak, karena meskipun ada ketenangan yang diperoleh dari penandatanganan perjanjian gencatan senjata di Gaza pada akhir tahun lalu, kerugian Tel Aviv di Eilat tetap berlanjut.

Your Comment

You are replying to: .
captcha